11 Juli 2008

Bandung yang kukenal ....



Bandung, Paris van Java, itu :


  1. Kudengar rangkaian huruf sarat maknanya dari guru-guru di SDN Cibatok, Cibungbulang, Bogor dan SDN Gunung Puyuh II Sukabumi, Jabar ....

  1. Kejejak kali pertama bareng rombongan dosen dan kawan-kawan mahasiswa Fapoltan IPB ikut Field Trip. Udah lamaaaaa banget, Juni 1986 ..... Kawasan Tangkuban Parahu dan Maribaya adalah dua diantara tempat yang sempat kutengok pemandangannya yang aduhai indah .......... jannatu fil ardli, surga di muka bumi, demikian mengutip kesan dari banyak warga Suriah yang menyambanginya ....

  1. Kuhirup lagi hawa segarnya bertepatan dengan keikutsertaanku bersama aktifis pemuda dari Provinsi Kalteng mengikuti Muktamar Pemuda Muhammdiyah, tahun 1989 (maaf, lupa tanggalnya) di sekitar Komplek Pengda PSSI Jawa Barat, Jl. Lodaya ......

  1. Kubertandang lagi pada September 1995. Untuk apa?. Magang di SMEAN 2 (sekarang SMKN 3 Bandung, http://smkn3bandung.wordpress.com/sejarah-singkat-smkn-3-bandung/ ), Jl. Solontongan, Buah Batu sekitar 2 minggu untuk magang dalam rangka ikut talent scouting Pelatihan Calon Kepala SMK. Pelatihan sendiri ’digeber’ selama tiga bulan di Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian Cianjur (sekarang Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian Cianjur).

  1. Kujenguk bersama Tim Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Provinsi Kalteng mengikuti perhelatan LKS SMK Nasional yang digelar tanggal 15 hingga 20 April 2002. Pembukaannya dilakukan di Sasana Budaya Ganesha, ITB, Jl. Taman Sari.

  1. Kulihat pada tahun 2006, mengantar guru dan siswa Sekolah Indonesia Damaskus usai turut serta pada Lomba Kreativitas Siswa Skolah Indonesia Luar Negeri di Bangkok, Thailand, tanggal 9 – 15 Juli 2006 ( www.siln.org ). Sasaran Study Tour : Observatorium Boscha, Lembang dan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Geger Kalong. Alhamdulillah tuh ... sempat pula berfoto bersama Aa Gym, ’kado’ ultahku yang ke-40, 20 Juli 2006.

  1. Telah dijelajah : Leuwi Panjang, Cikutra, Ciumbuleuit, Ciater, Dago, Lembang, Pasopati, Cihampelas, Soreang, Batu Jajar, Cililin, Cimareme, Padalarang, Cimahi Kota, Cipageran. Nah, di kawasan terakhir ini insya Allah akan kubangun gubuk idaman ......

  1. ......??????


06 Juli 2008

Reuni SMAN 1 Sukabumi, IPA-84




Malam makin menyergap Jakarta tatkala kuinjak jalannya Minggu malam, 6 Juli 2008 sepulang dari reuni SMAN 1 Sukabumi Jurusan IPA tahun 1984. Begitu mengesankan momen itu. Karenanya, walau ada sedikit keringat yang masih menempel di tubuhku dengan guratan kelelahannya, lekas kuurai tulisan ini mumpung ada mood.

Mungkin MC yang kuperankan belum begitu sempurna bagi audience namun bagiku lumayanlah. Bersama Meity, sahabat sepanggung, kami berusaha tampil 'all out' siang di lapangan sekolah itu, kendati dengan persiapan cuma beberapa menit sebelum mulai, bergantian memandu paket-paket acara sesuai 'pesanan' panitia. Guru-guru pun ikut hanyut dalam 'chemistry' acara : Pak Lely, Eyang Achmadi, Pak Susilo, Pak Agus, Pak Sule, Pak Hasan. Juga ada Bu Tien (isteri alm. Pak Elom, mantan Kepala SMPN 2 Sukabumi), Bu Nus (isteri alm. Pak Nusyirwan Said, Guru Bahasa Inggris).

Tak sedikit yang baru kulihat lagi wajah-wajah sahabat setelah pisah sejak Juli 1984 dulu. Jadi kadang kuingat wajah tapi lupa nama atau kuingat nama tapi kok wajahnya yang ini he he he ... Begitulah acara pun usai digelar sekitar pukul 14 dengan buah : hiburan, sambutan guru dan wakil kepsek, bingkisan buat sekolah dan mesjid Bahrul Ulum, hadiah buat sahabat yang beruntung dapat undian door prize, menayangkan foto-foto 'jadul', pemilihan ketua baru pengurus alumni (terpilih Sdri. Irma Nurjanah) untuk 3 tahun ke depan, dan akan kumpul lagi pas lebaran atau selambatnya tahun depan seraya mengusung wacana kemungkinan membentuk koperasi/pengelolaan bisnis ...

Dan kami pun saling bersalaman di ujung acara, berharap masih ada perjumpaan lagi di sisa umur ini ...

28 Juni 2008

... dan ban pesawat pun meledak ...


.... Rabu, 25 Juni 2008, pukul 07.47 WIB, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pesawat Garuda Indonesia B737-300 (GA 550) yang kutumpangi sedang melaju kencang di run way menjelang take off. Tiba-tiba ..... dar!. "Wah, bannya meledak nih", gumam hatiku. Badan pesawat bergetar ditingkahi oleh bunyi rem mendadak, makin lama laju pesawat pun mereda dan terhenti sepi di belokan. Sekitar 100 meter dari landasan pacu.

Itulah sekelumit drama yang untuk kali pertamanya kualami seumur hidup. Alhamdulillah, puji syukur ke hadhirat Illahi karena sang pesawat beserta seluruh manusia di dalamnya tak kurang suatu apapun kecuali perasaan sedikit panik dan tegang saja. Untung bukan pecah ban saat landing, untung di Jakarta (yang landasan pacunya panjang dan segera bisa ganti pesawat Garuda cadangan yang stand by), untung belum sempat terbang, untung pilotnya profesional.

Kami pun dapat take off dan landing mulus di Palangka Raya, Kalimantan Tengah sekitar dua jam lebih lambat dari jadwal semula.