18 Mei 2008

SMA IPA 84


Foto : akrab setelah berkurang usia, sayang tuh .... saya belum sempat gabung. Ingin melihat foto dan tulisan lain? Silakan klik http://sman1smi84.blogspot.com/.

SMA IPA 84 mengingatkan saya pada memori gaul anak muda (dan pelajar) di SMA Negeri 1 Sukabumi, Jabar. Selepas mengail ilmu di SDN Gunung Puyuh II Sukabumi (1977) dan SMP Negeri 2 Sukabumi (1981), langsung nyebur di SMA tsb, menempuh jurusan IPA, sebelum melanjutkan ke Fapoltan-IPB.

Bulan-bulan terakhir ini, kian banyak saja 'godaan' via telepon, SMS dan e-mail yang mendorong untuk kembali bercanda dengan kawan-kawan 'baheula' alias reuni. Dulu, guru-guru banyak yang berkomentar betapa angkatan kami sangat kompak dan mampu mengukir segudang prestasi (antara lain untuk kali pertamanya sekolah kami - lewat perjuangan Dewi Anggesty cs - menyabet juara I lomba cepat tepat di TV RI).

Di sekolah, yang berlokasi di Baros-Sukabumi, ini saya alhamdulillah sempat aktif beraksi di Pecinta Alam Steyr's (sehingga bisa naik Gunung Gede malam hari tanpa senter, diguyur hujan lebat lagi) dan Teater Epigonen (akibatnya suka 'manggung' dan nulis skenario drama serta menulis dan baca puisi di banyak tempat).

Konon, 20 Mei 2008, kawan-kawan telah reuni kecil-kecilan di Bogor. Lancar saja acaranya, katanya. Ingin daku hadir namun apa daya ..... ada acara diskusi Hardiknas dan Harkitnas di Kuala Kapuas, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Cantik-Palangka Raya).

Sahabat-sahabat, ku kan datang suatu saat buat merajut lagi tali silaturahim antara kita, mengusung cerita lama, kini, dan esok, insya Allah ....

29 Februari 2008

Kedatangan kembali ke Palangkaraya


Alhamdulillah pada tanggal 27 Januari 2008, saya sekeluarga tiba kembali di Bumi Tambun Bungai Palangkaraya, Kalteng usai menunaikan tugas selama 3 tahun di Sekolah Indonesia Damaskus. Amboi ...... tak terasa ya ....

Kini telah aktif berdinas di Subdin SLTP-SM Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya. Sekali-sekali berdiskusi dengan sahabat-sahabat di sekolah (SMKN 3 Pahandut, SMPN 2 Pahandut, SMAN 1 Pahandut, dan MAN Model) untuk kemajuan dunia pendidikan, step by step.

Sedikit Profil Sekolah Indonesia Damaskus Akhir 2007


Guru = 13 orang termasuk saya dan isteri.

Siswa = 25 orang (SD, SMP, SMA).

Sistem belajar = multilevel, artinya dimungkinkan pada jam-jam tertentu, pembelajaran dilakukan oleh seorang guru pada mata pelajaran yang sama untuk kompetensi berbeda karena rombongan belajarnya berbeda sekalipun pada satu jenjang. Misal seorang guru PKn mengajar 1 orang siswa SMA kelas X, 1 orang siswa SMA IPA kelas XI, 4 orang siswa SMA IPA kelas XII, dan 1 orang siswa SMA Bahasa kelas XII pada jam yang sama! Pusing? Sure, but this is an art of teaching and also challenge for the teacher to manage the students at the classroom or laboratory. Multilevel merupakan upaya untuk mensiasati kekurangan ruangan sementara rombongan belajar cukup banyak.

Fasilitas = ruang teori yang beberapa diantaranya sekaligus merangkap sebagai ruang perpustakaan, lab IPA, dan koperasi sekolah; lab komputer, dan halaman hampir seluas lapangan bola basket untuk bermain. Outsourcing untuk olahraga dan penampilan kesenian.

Alamat web = www.sidamas.org (sayang sekarang sedang under construction).

Kegiatan kesiswaan = OSIS, MPK, Pramuka, Pingpong, Menari, Melukis, Teater (drama/lenong bocah dan sekarang konon dikembangkan pula ketoprak humor oleh Bapak Kepala SID yang baru, Bapak Trijoko), gabung dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Damaskus-Suriah dan KBRI Damaskus untuk sepak bola, basket, berenang, dan tenis lapangan.