Bagus banget!. Itu kesan saya tatkala membuka www.vivanews.com. Tata letak, cakupan berita, updating, pilihan warna, pokoknya sip deh. Yang tak kalah ciamik, tampilan video streaming-nya. Ketika saya test bersama yahoo sekalipun, videonya sebanding. Bahkan video yahoo terkadang ada delay-nya, mungkin karena server yahoo ada jauh di seberang lautan sana.
Tema yang diusung pun sungguh kreatif dan pas menangkap momen, "pemilu". Sama saja dengan yang dilakukan TV One dan Metro TV. Setali tiga uang juga dengan strategi pemasaran sejumlah media cetak harian nasional. Tak syak, "pemilu" memang begitu piawai menyihir publik.
Tak berpanjang kata, selancari saja saingan www.detik.com ini. Waktu yang kemudian akan menguji kehebatan vivanews!
saatnya antara kita bicara, membaca, menyapa pada arena maya karena kala dunia tiada selamanya
17 Mei 2009
ASEAN University Student Conference
"Cultural Heritage". Itulah tema yang akan diusung pada Konferensi Mahasiswa ASEAN, 20-23 Mei 2009 di Gedung Merdeka, Bandung. Tidak kurang dari 150 orang mahasiswa akan cas-cis-cus dalam Bahasa Inggris. Topik yang akan dibahas: 1. First speaker: “The Role of Youth on Enriching and Preserving Cultural Heritage” (Dr. Hari Untoro Dradjat, Chairman SOMCA); 2. Second speaker: “Optimizing Cultural Heritage for National and Regional Economic Development” (Ms Koh Wan Yuen Cheryl, Deputy Director Marketing and Promotions Corporate Communications Industry Promotion); 3. Third Speaker: “Learning From Practitioners” (Dr Bong Sovath, Rector of the Royal University of Fine Art, Cambodia); 4. Fourth speaker: “Understanding ASEAN” (Ms. Linda Lee, ASEAN Secretariat).
Sebelum 'menyimak' keempat topik hebat, para calon cendekiawan dari 10 negara ASEAN akan menyajikan 'country presentation'. Setelah itu para peserta akan larut dalam diskusi kelompok dan menikmati 'natural chemistry' alam sekitar Bandung. Refreshing.
Perhelatan ini dikomandani Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, berkolaborasi dengan Deplu, ASEAN Secretariat, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.
Selanjutnya, mangga-monggo-please klik www.asean-usc.com.
Sebelum 'menyimak' keempat topik hebat, para calon cendekiawan dari 10 negara ASEAN akan menyajikan 'country presentation'. Setelah itu para peserta akan larut dalam diskusi kelompok dan menikmati 'natural chemistry' alam sekitar Bandung. Refreshing.
Perhelatan ini dikomandani Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, berkolaborasi dengan Deplu, ASEAN Secretariat, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.
Selanjutnya, mangga-monggo-please klik www.asean-usc.com.
Label:
ASEAN,
Bandung,
conference,
cultural heritage,
Students
26 Maret 2009
Burung Bidadari - Wallacea


Burung Bidadari (Semioptera wallaci)merupakan salah satu fauna langka yang masih hidup di Pulau Halmahera dan Tidore, Maluku Utara, yang termasuk Wallacea Region (NTB, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara). Tatkala saya alhamdulillah mampir ke Jaelolo, Kab. Halmahera Barat, Sabtu-28 Maret 2009, tak sempat jumpa burung tersebut karena jika ingin bersilaturahim dengannya memang harus pada saat sebelum mentari terbit/subuh. 'Nyesel' ndak lihat sang burung?? Ndak juga, karena tujuan utama ke lokasi sekedar untuk survey rencana kegiatan ASEAN Youth Expedition on Wallacea, insya Allah pada akhir Oktober - awal November 2009. Toh, nanti pada saatnya, para pemuda ASEAN dan saya, insya Allah akan mengintip wujud dan teriakan sang burung. Jadi, nantikan saja laporan langsung kegiatannya pada minggu pertama November 2009..... wow... masih luammaaaa..
Sekarang, yo kita kupas Wallacea. Mungkin Anda pernah belajar di SD atau SMP tentang Wallacea Line (Garis Wallacea). Wikipedia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_Wallace) mencatat bahwa Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini dinamakan atas Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Garis ini melalui Kepulauan Melayu, antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur). Adanya garis ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku, tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. Garis ini lalu dinamakan "Wallace-Weber".
Langganan:
Komentar (Atom)