27 Mei 2018

Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Kirab Pemuda 2018

Kirab Pemuda Tahun 2018 in syaa Allah kembali akan digelar selama 73 hari sejak awal September 2018, melintasi 34 Provinsi sebelum berakhir pada momen puncaknya di Bali. Untuk itu, pada hari Jum'at (25/5) di Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah dilakukan rakornis persiapannya, dihadiri para pejabat dari 17 Kementerian/Lembaga (K/L). Rakor dipimpin oleh Dr Hazwan Yunaz, Staf Ahli Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Kemenko PMK, didampingi Prof Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora. Pejabat Kemenpora yang hadir antara lain Junaidi, Asdep Peningkatan Kreatifitas Pemuda, Esa Sukmawijaya, Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Amar Ahmad, Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda.

"Ini pertemuan ke dua lintas K/L terkait persiapan kirab. Sengaja rapatnya dilakukan di Kemenko PMK agar posisi kirab tahun ini lebih terkoordinasi dengan lebih baik. Rapat pertama telah dilakukan di Kemenpora," ujar Faisal. "Lebih dari itu, kita ingin agar Perpres No 66/2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan, dapat diimplementasikan secara efektif," lanjutnya.

Sementara itu Hazwan menambahkan bahwa kirab adalah salah satu bentuk kegiatan sinergis yang harus didukung. "Untuk itu kita akan kembali mengadakan rapat lanjutan pada tanggal 4 Juni di Kemenko PMK juga, in Syaa Allah," ujar Hazwan.

04 Mei 2018

Macet

Macet oh macet. Satu kata yang kini pun kurasakan, menyusuri jalan tol dalam kota Jakarta. Pada malam week end, minggu pertama Mei 2018. Diselingi alunan lagu lawas Bujangan karya grup legendaris Koes Plus. Udara lembab tanpa derai hujan menghiasi suasana malam itu. 

Jakarta, seperti umumnya kota-kota besar lainnya di dunia, sudah telanjur lengket dengan kesan macet. Sang ibu kota yang idealnya tidak macet, sehingga warganya merasa nyaman, tampaknya masih jauh panggang dari api.

Apa penyebab macet?. Ya, kebanyakan kendaraan, simpel. Dibandingkan dengan apa?. Ya dengan daya tampung jalan yang ada. Tak seimbang. Membanjirnya mobil, misalnya, bisa jadi karena makin banyak orang yang punya mobil. Mobil pribadi. Kalau diuraikan lebih panjang, maka jawaban penyebab macet bisa berderet: moda angkutan umum masih kurang dan belum nyaman, terbatasnya anggaran pembuatan jalan baru, MRT dan LRT belum selesai, nihilnya regulasi pengaturan kepemilikan mobil pribadi, dsb.

Lalu apa solusi mengatasi macet?. Untuk konteks Jakarta, tunjuk misal, apakah ibu kota pemerintahannya harus dipindahkan?. Untuk kota-kota lainnya yang sudah terjangkit penyakit macet seumpama Bandung, Surabaya, Medan, Bogor, dsb, apakah perlu perluasan kota?. Bangun semua desa kita sehingga tingkat urbanisasi berkurang dan pada gilirannya kota-kota bisa terkendali penambahan warganya. Beragam alternatif solusi dapat saja diungkapkan.

14 Mei 2011

Reuni PGKP R-6 2011

Dear Sahabat-sahabat alumni PGKP, Fapoltan, IPB angkatan R-6 (1987).

Insya Allah tanggal 3 Juli 2011 akan diadakan reuni di SMKN 1 Cipanas, Cianjur. Kepsek-nya sekarang Kang Akib Ibrahim. Saat ini sedang dilakukan serangkaian persiapan antara lain pendataan biodata Anda semua. Reuni nanti diharapkan akan dihadiri oleh Sahabat-sahabat baik langsung maupun tak langsung (chatting via Yahoo Messenger, FB, Twitter, SMS, BBM, dll)

Untuk konfirmasi data Sahabat sekalian, sementara ini mohon hubungi saya via esajaya@gmail.com.

Ditunggu ya .....

Salam hangat.....

14 Februari 2010

Pijatan Pasutri


Jemilia, dalam buku The Lovers' Guide, The Art of
Better Lovemaking (1992) yang ditulis Dr. Andrew Stanway, konsultan kenamaan dari Australia bersaksi bahwa dengan pijat ia bisa melepaskan segala kepenatan dan ketegangannya setelah seharian sibuk beraktivitas. Setelah kondisi tubuhnya segar kembali, ia siap melalui malam dengan istirahat,agar esok hari bisa kembali menjalani kegiatan di tengah kehidupan masyarakat modern yang penuh tekanan.

Nah, sebagaimana Jemilia, pengalaman saya sendiri bersama isteri terkasih, pijatan memang "amboi". Praktis, tanpa biaya dan ...... mampu menambah kemesraan. Bagi yang masih pengantin, ini sebagai media penghapus rasa malu/canggung. Bagi pasutri lama, percayalah pijatan yang pelan dan 'tepat waktu dan tepat sasaran' akan merawat rasa kasih sayang. Ceilah!. Perlu diteliti lebih jauh apakah pijatan dapat menyalurkan 'energi cinta dan obat' dari seorang suami kepada isterinya atau sebaliknya?. Bagi kami, yang kurasakan memang seperti itu. Tapi, jangan salah alamat, ini khusus buat yang sudah menikah lho!

beranda esa kepada semua: Setahun di Kemenpora

beranda esa kepada semua: Setahun di Kemenpora

Kemenegpora - Kemenpora


Awal Maret 2009, daku resmi bertugas di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, lembaga ini berubah menjadi Kementerian Pemuda dan Olahraga/Kemenpora). So, hampir setahun ya hingga Februari 2010 ini...

Tentu tak sedikit pengalaman baru yang kuperoleh di kantor baru ini. Fyi, tepatnya saya turut mendukung pelaksanaan tugas-tugas pada Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Pemuda dan Hubungan Internasional. Namanya juga mengurus aktifitas pemuda di level nasional dan internasional, alhamdulillah sudah banyak pelosok yang terjelajah : Jogja, Bandung, Ternate (Maluku Utara), Medan, Garut, Anyer (Banten), Palangka Raya (Kalteng), Damaskus (Suriah), Cairo (Mesir), Puerto Princesa (Philippines), dan Nanning-Guang Zhou (Cina).

Pak Andi Alfian Mallarangeng, Menpora yang baru pun telah mengusung program-program baru, antara lain revitalisasi Pramuka. Program ini akan kembali dipoles semakin berkilau agar menarik minat pemuda. Kwartir Nasional Pramuka tentu akan diajak berkolaborasi. Tantangannya adalah bagaimana pemuda berusia 16 - 30 tahun (termasuk pelajar)akan terlibat secara aktif dalam menyemarakkan aktifitas pramuka. Bukan hal yang ringan di tengah-tengah gempuran hingar bingar dunia pemuda masa kini yang sarat dengan aneka permainan. Lain dulu, lain sekarang memang .... Kita tunggu saja aktifitas Kemenpora untuk lima tahun ke depan ...

19 Juni 2009

International Youth Camp 2009



JOINT RECOMMENDATION
ASEAN+3 YOUTH CAMP 2009
MEDAN, 11-15 JUNE 2009

WE the youths of the Member States of the Association of Southeast Asian Nation (ASEAN)+3 namely Brunei Darussalam, the Kingdom of Cambodia, the Republic of Indonesia, Malaysia, the Republic of the Philippines, the Republic of Singapore, the Kingdom of Thailand, People’s Republic of China and Republic of Korea have met in Medan, Indonesia, on 11-15 June 2009.
We shared and exchanged national experiences, practices and initiatives on youth entrepreneurship in our respective countries. We acknowledge that each country has its own challenges in dealing with youth unemployment. We thereby realize that empowering youth entrepreneurship is an integral element in ASEAN’s employment policy to achieve a forward-looking employment strategy.
We further acknowledge that enhancing entrepreneurship skills amongst youth would pave way for greater participation in nation building and ASEAN economic development. Such action would contribute to the social well-being of our people as well as to regional economic integration as elaborated in the ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint.
We are committed to work towards establishing youth network in the field of entrepreneurship within ASEAN+3 member countries to promote solidarity, enhance our capability and strengthen our cooperation.
As the future leaders of ASEAN, we are committed to work towards economic independency and attain a united ASEAN+3 youth.
Towards that goal to realize a successful economic integration by 2015, we have agreed to propose the following recommendations:
The Role of Small-Medium Enterprises in Enhancing Entrepreneurship
1. Enhance the capacity of local government units and non-government organizations to support small-medium enterprises;

2. Intensify mentorship and coaching to increase awareness and participation among interested parties;

3. Hold inter-university and inter-high school entrepreneurship competitions to usher in new ideas from younger members of society;

4. Establish entrepreneurship associations in rural areas that will also coordinate with those in the city in order to facilitate knowledge-transfer, training, exhibitions, among others;

5. Gain competitive edge in the market by producing cheap and environment-friendly products yet having high quality;

6. Promote and gather information by setting up inter-regional IT networks;

7. Intensify micro financing efforts in order to support small and medium-scale enterprises start-ups.

Optimizing the Spirit of Entrepreneurship
1. Encourage secondary and higher education levels to incorporate entrepreneurship courses in their curriculum;

2. Promote the options of exchange of university credit through semester internship;

3. Encourage private corporations to tie up with various universities to offer internship programs;

4. Convene the ASEAN+3 Youth Camp on an annual basis to explore the best means for entrepreneurship;

5. Strenghten the capacity of youth through training programs;

6. Promote leadership and mentorship programs;

An ASEAN Youth Business Community
1. Establishing a regional platform for young entrepreneurs from ASEAN+3 [ASEAN+3 Youth Business Community] for effective networking, collaboration and sharing of best practices on youth development strategies and tools.

2. Setting up a foundation under the ASEAN+3 Youth Business Community that would serve as an agency for various youth and entrepreneurship agendas to provide opportunities for the youth in the ASEAN+3 business community to gain exposure at regional level through
2.1 Various exchange programs
2.2 Annual Trade Expo
2.3 Leadership and entrepreneurship training programs
2.4 Forums, conferences and dialogues
2.5 Other relevant programs

3. Encouraging Corporate Social Responsibility (CSR) to be incorporated into the corporate agenda at both local and regional level within the ASEAN+3 framework.

4. Seeking for governmental support from each respective country by means of adopting favorable policies, orders, issuances, agreements, understanding and appropriate legislation in the long term to institutionalize the ASEAN+3 platform.

Adapted at the Inna Dharma Deli Hotel in Medan, Indonesia, on the thirteen day of the sixth month of year two thousand and nine.

30 Mei 2009

Jakarta - Palangka Raya



Mungkinkah Palangka Raya, ibu kota Prov. Kalimantan Tengah menjadi ibu kota RI?

Mengapa sampai hari ini (dan mungkin untuk beberapa tahun kedepan) Jakarta masih menjadi ibu kota RI?
Kapan pemerintah pusat serius mengagendakan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta?
Sampai berapa lama status Jakarta bertahan seperti sekarang padahal kondisi lingkungannya sudah kian parah?
Mengapa kita, maaf, telat mikir dan telat berbuat, untuk segera merancang Palangka Raya sebagai alternatif masa depan ibu kota republik tercinta ini?
Kalau memang bukan Palangka Raya, apakah ada kota lain?
Bukankah Palangka Raya telah digagas sebagai calon ibu kota RI oleh Bung Karno?
Siapa yang meragukan ide-ide super hebat Bung Karno pada zamannya yang sanggup menyatukan fenomena Asia Afrika?
Mengapa para capres/cawapres sekarang tidak/belum melirik isu pentingnya memilih lokasi kota terbaik sebagai ibu kota RI?
Siapa yang berani menjamin bahwa Jakarta tidak pernah dan tidak akan macet/sesak dengan polusi selama para pelaku politik/bisnis beraktifitas rutin?
Bukankah macet dan polusi dapat menimbulkan stres bahkan depresi?
Tidakkah lebih baik kalau presiden dan jajarannya menghirup udara relatif bebas polusi agar dapat lebih berpikir jernih dalam mengelola republik yang 'besar' ini?
Mengapa kita tidak belajar dari Malaysia (Kuala Lumpur-Putra Jaya), Australia (Sydney-Canberra), USA (New York-Washington) agar ....... Indonesia (Jakarta-Palangka Raya)?

17 Mei 2009

Vivanews.com

Bagus banget!. Itu kesan saya tatkala membuka www.vivanews.com. Tata letak, cakupan berita, updating, pilihan warna, pokoknya sip deh. Yang tak kalah ciamik, tampilan video streaming-nya. Ketika saya test bersama yahoo sekalipun, videonya sebanding. Bahkan video yahoo terkadang ada delay-nya, mungkin karena server yahoo ada jauh di seberang lautan sana.

Tema yang diusung pun sungguh kreatif dan pas menangkap momen, "pemilu". Sama saja dengan yang dilakukan TV One dan Metro TV. Setali tiga uang juga dengan strategi pemasaran sejumlah media cetak harian nasional. Tak syak, "pemilu" memang begitu piawai menyihir publik.

Tak berpanjang kata, selancari saja saingan www.detik.com ini. Waktu yang kemudian akan menguji kehebatan vivanews!

ASEAN University Student Conference

"Cultural Heritage". Itulah tema yang akan diusung pada Konferensi Mahasiswa ASEAN, 20-23 Mei 2009 di Gedung Merdeka, Bandung. Tidak kurang dari 150 orang mahasiswa akan cas-cis-cus dalam Bahasa Inggris. Topik yang akan dibahas: 1. First speaker: “The Role of Youth on Enriching and Preserving Cultural Heritage” (Dr. Hari Untoro Dradjat, Chairman SOMCA); 2. Second speaker: “Optimizing Cultural Heritage for National and Regional Economic Development” (Ms Koh Wan Yuen Cheryl, Deputy Director Marketing and Promotions Corporate Communications Industry Promotion); 3. Third Speaker: “Learning From Practitioners” (Dr Bong Sovath, Rector of the Royal University of Fine Art, Cambodia); 4. Fourth speaker: “Understanding ASEAN” (Ms. Linda Lee, ASEAN Secretariat).

Sebelum 'menyimak' keempat topik hebat, para calon cendekiawan dari 10 negara ASEAN akan menyajikan 'country presentation'. Setelah itu para peserta akan larut dalam diskusi kelompok dan menikmati 'natural chemistry' alam sekitar Bandung. Refreshing.

Perhelatan ini dikomandani Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, berkolaborasi dengan Deplu, ASEAN Secretariat, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung.

Selanjutnya, mangga-monggo-please klik www.asean-usc.com.

26 Maret 2009

Burung Bidadari - Wallacea





Burung Bidadari (Semioptera wallaci)merupakan salah satu fauna langka yang masih hidup di Pulau Halmahera dan Tidore, Maluku Utara, yang termasuk Wallacea Region (NTB, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara). Tatkala saya alhamdulillah mampir ke Jaelolo, Kab. Halmahera Barat, Sabtu-28 Maret 2009, tak sempat jumpa burung tersebut karena jika ingin bersilaturahim dengannya memang harus pada saat sebelum mentari terbit/subuh. 'Nyesel' ndak lihat sang burung?? Ndak juga, karena tujuan utama ke lokasi sekedar untuk survey rencana kegiatan ASEAN Youth Expedition on Wallacea, insya Allah pada akhir Oktober - awal November 2009. Toh, nanti pada saatnya, para pemuda ASEAN dan saya, insya Allah akan mengintip wujud dan teriakan sang burung. Jadi, nantikan saja laporan langsung kegiatannya pada minggu pertama November 2009..... wow... masih luammaaaa..

Sekarang, yo kita kupas Wallacea. Mungkin Anda pernah belajar di SD atau SMP tentang Wallacea Line (Garis Wallacea). Wikipedia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_Wallace) mencatat bahwa Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini dinamakan atas Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Garis ini melalui Kepulauan Melayu, antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur). Adanya garis ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku, tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. Garis ini lalu dinamakan "Wallace-Weber".

25 Maret 2009

Indonesia - Libya



Kolonel Moammar Khadafi, siapa tak kenal?. Pemimpin kharismatik Libya itu kini makin terbuka peluangnya untuk memperluas kerjasama dengan banyak negara di planet ini. Melunaknya AS, menjadi pemimpin Uni Afrika, mereguk banyak keuntungan tingginya harga minyak, merupakan sederet 'keberuntungan' yang dinikmati Libya untuk meningkatkan posisi tawarnya baik secara politik, ekonomi maupun sosial-budaya dalam blantika percaturan diplomasi regional dan global.

Indoneia termasuk yang dilirik kali pertama oleh Libya untuk meningkatkan kerjasama bilateral. Karena itu, alhamdulillah saya beruntung langsung menceburkan diri pada ajang diplomasi/negosiasi dengan para pejabat/diplomat Libya pada Sidang Komisi Bersama (SKB) Pertama di Yogyakarta, 23 - 25 Maret 2009. SKB sendiri ditutup secara resmi oleh Menlu Dr N. Hassan Wirayuda sebelum menggelar press conference bersama Ketua Delegasi Libya, Menteri Sosial Libya, Dr. Ibrahim A M Al Sharif.

Banyak kesepakatan yang diraih pada sidang tersebut dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya. Dalam hal rencana kerjasama di bidang kepemudaan dan keolahragaan,Indonesia dan Libya sepakat untuk saling berkunjung satu sama lain baik pejabat/pelatih maupun terutama para pemudanya. Bukan tak mungkin Pertukaran Pemuda Indonesia-Libya pada 1-2 tahun yad akan dapat terealisasi sebagaimana halnya pertukaran pemuda kita dengan Kanada, Australia, Malaysia, ASEAN, Jepang.

Pada Sidang disepakati pula kerjasama di bidang kepramukaan, saling berkoordinasi pada keikutsertaan kedua negara pada berbagai even pemuda dan olahraga internasional, dan merintis Asia Afrika Youth Forum. Forum ini terinspirasi oleh kesuksesan penyelenggaraan dan dampak positif Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, salah satu karya fenomena bin monumental dari Bung Karno. Banyak negara kini makin mengakui kedahsyatan KAA dimaksud, salah satunya adalah memperkokoh kerjasama negara-negara di Asia-Afrika, segera setelah terlepas dari belenggu penjajahan imperialis Eropa/Asia.

Khadafi mungkin akan makin tersenyum lebar jika jadi datang ke Indonesia pada tahun ini atau tahun depan. Mengapa? Boleh jadi karena kehadiran perdananya di Indonesia merupakan babak baru dalam meningkatkan harga diri kedua negara dalam konteks peningkatan kesejahteraan umat di bumi. Insya Allah

19 Maret 2009

Bogor - Borneo - Jakarta


Penghujung September 1987 kuhirup hawa laut menuju Palangka Raya via Semarang dan Banjarmasin, diantar kedua orang tua, kedua nenek dan saudara-saudara. Singkat cerita, pekerjaan sebagai guru dan kepala sekolah telah kujalani di Kuala Kapuas dan Palangka Raya, Kalteng.

Senin,16 Agustus 2009, adalah the first day bekerja pada Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Pemuda dan Hubungan Internasional, Deputi Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga di Jakarta. Kini kedua orang tua dan nenek kandung sudah wafat. Bapak, malah baru wafat tgl 9 Maret 2009 M/12 Rabi'ul Awwal 1430 H. Semoga Allah SWT melimpahkan keridhaan-Nya kepada arwah para almarhum/almarhumah. Amin ya rabb....

Alhamdulillah, 22 tahun mengembara dengan segala suka dukanya nan tiada tara nikmatnya.

11 Januari 2009

Menanti komandan SILN berikut.......

Dear all,

Cukup memikat surat Ses Ditjen PMPTK nomor 12626/F1/KP/2008 tanggal 24 Desember 2008 tentang Pemberitahuan dan Pemanggilan 25 Peserta untuk mengikuti Seleksi Tahap II di Jakarta. Surat ini memuat the best 25 kandidat kepala SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri)yang akan diseleksi lagi pada tanggal 13 – 15 Januari 2009 di Jakarta.

Bagaimana saya kok jadi terpikat, mari kita telisik sbb :
1. Dari 33 provinsi, hanya 14 provinsi yang mengikutsertakan peserta. Tiga provinsi padat penduduk di Jawa (Banten, Jabar dan Jatim) bahkan nihil. So, what’s up?. Berarti minim sosialisasi ya?. Sependek pengamatan saya, dari Ditjen PMPTK surat-surat itu sudah disebar ke Dinas Pendidikan Provinsi. Saya saja di Dinas Dikpora Kota Palangka Raya sudah menerima surat itu via Dinas Dik Prov Kalteng. Tapi memang ada sejumlah Dinas Dik Kab di Kalteng yang belum menerima surat tsb.
2. Ada dua prov yang terbanyak berpartisipasi (Jateng = 27 orang, Sulawesi Tengah = 23 orang) disusul Kalteng dan DKI, masing-masing 9 orang dan Gorontalo = 5 orang. Sisanya hanya mengirimkan 3 orang ke bawah.
3. Secara nasional ada gejala penurunan jumlah peminat dari tahun ke tahun secara signifikan. Memprihatinkan ........ alias sayang sekali. Tahun 2003 dulu (ketika saya ikut) ada 415 untuk mencari the best 10. Tahun 2006, kalau tak salah, yang ikut turun menjadi 300-an orang untuk memilih the best 9. Kini hanya 98 orang untuk menentukan the best 12 yang kelak akan ditempatkan di 12 SILN. Padahal saya tahu persis sekali, untuk seleksi ini insya Allah 100% murni (tak ada kolusi, nepotisme, main duit dll). Semuanya secara kompak berniat sama, ingin menempatkan figur kepsek yang betul-betul kompeten dengan cara yang sangat fair! Suatu hal yang perlu terus dilestarikan karena KEJUJURAN di republik ini masih merupakan barang mahal dan langka (makanya belakangan di mana-mana rajin dibuka kantin kejujuran terus di-blow up media ha ha ha ....).
4. Jateng, selain dominan sebagai prov terbanyak pesertanya, juga tak tanggung-tanggung mampu meloloskan 8 orang putera terbaiknya untuk bertarung pada seleksi babak ke-2. Setelah itu ada Sulawesi Tengah (5), DKI (4), Kaltim (3), Kalbar (2), Kalteng (1), Sumbar (1) dan Lampung (1). Nah, Lampung itu heibaaat .... mengapa? Hanya mengikutkan 1 orang peserta dan langsung tembus ke 25 besar. Kalau dari Kalteng sendiri? Alhamdulillah Pak Muchlis, Kepala SMK Negeri di Pangkalan Bun masuk 25 besar. Bangga dong kawan se-prov masuk babak semi final he he he ....... He’s an english teacher! Nah lo, jangan-jangan yang lolos masuk 25 besar ini rata-rata guru Bahasa Inggris atau pernah kuliah S.2 atau kuliah di LN?

Selamat untuk jajaran Ditjen PMPTK yang tetap konsisten melanjutkan tradisi seleksi yang sangat bagus ini. Kita nantikan siapa saja yang lolos ke 12 besar. The last but not least, this excellent selection method also should be applied to seek the selected teachers! Is that right?. Pak Yukon, Pak Nirwan, would you mind trying to propose this opinion?. We’re waiting for that soon.....

Brothers, seleksi memang tak menjamin 100% bahwa SILN akan langsung berkilau karena begitu banyak faktor x di SILN. Belum lagi barangkali faktor y di Depdiknas dan mungkin faktor z di Deplu. Maksudnya, demikian tak sedikit aspek yang layak dicermati dan ditata kalau SILN ingin berkualitas. However, kita perlu, sekecil apapun, terpikat dengan fenomena sekitar yang merunduk dan khidmat pada keadilan, kejujuran dan kebenaran. Kita semua tak ada yang tak pernah bersalah, keseharian berhias dosa adalah milik kita .... dan justeru karena itu mari berbenah sebelum dipanggil oleh-Nya ....

Siapa tahu, suatu saat SILN akan betul-betul memikat orang asing ......insya Allah.

Warm regards,
Esa

13 Desember 2008

Sekolah Berstandar Internasional

Sekolah bertaraf internasional memang diamanatkan oleh UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diharapkan agar setiap pemerintah daerah memiliki minimal satu sekolah pada setiap jenjang (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK)untuk didorong agar berkualifikasi internasional.

Apanya yang berlabel internasional? Ya, segalanya: SDM, fasilitas, kurikulum, pembelajaran, manajemen, networking/humas, kesiswaan. Pokoknya semuanya memiliki kualifikasi di atas standar nasional. Mimpi? Bisa ya, bisa tidak! Bagi pemerintah daerah yang memang dari 'sononya' sudah dilimpahi oleh sekolah-sekolah unggul, mungkin tak perlu pusing-pusing mendorong sekolahnya agar 'go international'. Namun jika sekolah-sekolah di suatu daerah memang hari-harinya penuh tawuran dan kebocoran/kerobohan gedungnya menjadi-jadi tentu wacana internasionalisasi sekolah ibarat jauh panggang dari api.

Berbagai strategi telah diterapkan pemerintah pusat dan pemda dalam konteks ini. Sejak dari yang namanya legislasi/payung hukum, penggelentoran dana, pendampingan manajemen, pelatihan pembelajaran, hingga kotak-katik model kurikulum dan penetapan negara-negara OECD sebagai benchmarking. Intinya memang bagaimana menjaga api semangat untuk terus memajukan pendidikan di republik agar tak gagap dengan hawa kekinian di seantero dunia. Meski hal ini memang ditingkahi dengan kondisi pragmatis pendidikan yang penuh liku-liku kondisi, dari yang terpuruk banget sampai ya itu tadi ingin berstandar internasional. Seolah-olah kalau semua sekolah sudah berlabel internasional, maka itulah muara 'mencerdaskan kehidupan bangsa'. Ya, seolah-olah ......

Padahal, seperti para pakar berkali-kali bicara, pendidikan kita harus mementingkan akhlak/budi pekerti/sikap yang baik. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika toh mengejar target berstandar internasional, maka jangan lupakan aspek akhlak ini. Depdiknas pun telah menggaris bawahi bahwa standar internasional perlu namun don't forget to the east culture. Bahwa kita menghirup udara Indonesia. Bahwa kita berbudaya Indonesia. Boleh para siswa cas cis cus piawai bekomunikasi dalam Bahasa Inggris, suasana kelas dan praktek diliputi oleh komunikasi Bahasa Inggris tapi tak berarti bahwa keramahan dan empati ala timur jadi luntur. Jepang dan Korea adalah teladan utama yang patut ditiru.

18 November 2008

Nonton wayang kulit yuk!


Sabtu malam Minggu, 29 Nopember 2008, alhamdulillah langit cerah dan ditunggu-tunggu publik wong Jowo. Pada malam ini telah digelar wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Manteb Soedharsono, dalang nasional, bertempat di Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya.

Bagi yang hobi nonton tapi tak sempat hadir ke ibu kota Provinsi Kalteng ini, pergelaran ini disiarkan secara langsung oleh RRI secara nasional melalui jalur siaran Pro 4.

Lakonnya Pendowo Syukur, Sesaji Rojosoyo. Karena dalangnya sangat terkenal di rimba pewayangan, bahkan pernah menerima penghargaan dari UNESCO, kualitas pergelaran pun tentu tak perlu diragukan lagi. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan malam itu tak turun hujan....sehingga saya pun cukup lancar pula memandu acara pembukaan bersama Bu Sunik dari Fun's Club RRI Palangka Raya. Ini pengalaman perdana saya menjadi MC acara pergelaran wayang yang dihelat dalam rangka halal bihalal dan temu kangen warga Jawa di Palangka Raya dan sekitarnya ini.

Selamat Bung Rudy!


Bung Rudy, better late than never ya ...

Anda semua penasaran ingin melihat blog sang jawara pada tahun 2008 versi Pusat Teknologi Komunikasi, Depdiknas?. Silakan klik http://fisikarudy.wordpress.com. Si empunya blog, Rudy Hilkya, S.Pd telah memenangi lomba e-learning award untuk kategori blog edukatif. Nah, hasil lomba selengkapnya, ada di http://www.e-dukasi.net/elearningaward/.

Bung Rudy sendiri, seorang guru Fisika SMA yang saya kenal sekitar 6 tahun silam di Palangka Raya. Dari gaya bicaranya sedari dulu sudah saya lihat bakat kecerdasan dan kreatifitasnya yang luar biasa. Seolah selalu merasa tak puas dengan yang ada. Ingin sesuatu yang baru dan lebih baik dari yang ada di sekitar (inovatif). Jadi, tak heran jika tahun ini penghargaan bergengsi tingkat nasional disabetnya.

Bravo Bung ..... tinggal digali terus kemampuan Bahasa Inggrisnya agar bisa go internasional untuk menyuarakan nurani perubahan positif kepada dunia!

30 September 2008

Empek-empek



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga Allah SWT meridhai semua amal ibadah kita dan insya Allah akan sempat menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Untuk memuliakan kerabat dan tamu, silakan dihidangkan dua makanan Palembang dengan resep berikut. Selamat mencicipi .... (ternyata empek-empek dari ikan tongkol putih echo juga lhoooo .... so ndak mesti dari ikan tenggiri!)

RESEP EMPEK-EMPEK “NESA”

A. Bahan

1. Empek-empek
a. Daging ikan tenggiri atau tongkol putih (bersih,
sudah dihaluskan) ½ kg
b. Daging udang (bersih, sudah dihaluskan) ¼ kg
c. Bawang putih 5 siung
d. Garam 2 sendok teh penuh
e. Penyedap rasa secukupnya
f. Tepung kanji 500 gr
g. Tepung maizena 250 gr
h. Air 1¼ gelas
i. Minyak goreng secukupnya

2. Kuah Cuko
a. Cabe merah 5 buah
b. Bawang putih 3 siung besar
c. Gula merah 1 gandu
d. Asam kamal secukupnya
e. Garam secukupnya
f. Penyedap rasa secukupnya
g. Timun cincang secukupnya

B. Cara memasak

1. Empek-empek
a. Daging ikan dan udang serta bawang putih diblender dengan 1¼ gelas air
b. Tepung kanji dicampur dengan tepung maizena dalam baskom lalu masukkan ikan yang
sudah halus dan bumbu (bawang putih, penyedap rasa, garam).
c. Uleni adonan sampai menjadi adonan yang rata dan kalis
d. Siapkan air mendidih yang sudah diberi minyak goreng + 3 sendok makan
e. Masukkan adonan yang sudah dibentuk sesuai selera (lonjor, segi tiga isi tahu,
kapal selam isi telur) ke dalam air mendidih, rebus sampai adonan terapung lalu
diangkat.

2. Kuah
a. Cabe dan bawang dihaluskan
b. Masukkan ke dalam rebusan air gula dan asam
c. Masukkan garam dan penyedap rasa, diaduk sampai mendidih
d. Dicicip sampai terasa paduan rasa asam, manis, asin, gurih. Kalau kurang pedas bisa ditambah lagi cabenya)

C. Untuk menghidangkan
1. Empek-empek digoreng dalam minyak panas sampai kuning merata
2. Empek-empek dipotong-potong, dimasukkan ke dalam piring/mangkok
3. Tambahkan kuahnya dan taburi dengan irisan timun atau mie. Insya Allah
seddddaaaaaap dan selamat mencoba.

Palangka Raya, ba’da dzuhur akhir Ramadhan 1429 H.

Tekwan



Sssssst .... ini fakta alias bukan gosip. Ketika berlebaran di Damaskus, isteri terkasih menghidangkan tekwan untuk para tamu kami. Sambutannya ternyata luar biasa. Tiap lebaran selalu saja mereka 'nyari' tekwan. Silakan mencoba biar tamu makin senang dan ....... suami makin sayangngng ..... he he ....

RESEP TEKWAN “NESA”

A. Bahan :
1. Daging ikan tenggiri/pipih/belida (bersih) 1 kg
2. Daging udang bersih ½ kg
3. Tepung kanji 10 sendok makan
4. Putih Telur 2 butir
5. Bawang merah (untuk bumbu dan bawang goreng) secukupnya
6. Bawang putih secukupnya
7. Penyedap rasa (rasa sea food) secukupnya
8. Baking powder 1 sendok makan
9. Jamur kuping secukupnya
10. Sedap malam secukupnya
11. Bengkoang secukupnya
12. Soun cina secukupnya
13. Jahe secukupnya
14. Garam secukupnya
15. Merica secukupnya

B. Cara memasak
1. Adonan tekwan
a. Daging ikan dan daging udang dihaluskan
b. Bumbu (bawang merah dan bawang putih) dihaluskan
c. Campurkan daging yang telah halus, bumbu dan telur dengan sedikit air dan aduk sampai menjadi adonan yang kalis
d. Masukkan adonan (dengan bentuk sesuai selera, bulat-bulat kecil atau dibentuk
dengan garpu) ke dalam air mendidih sampai terapung
e. Angkat tekwan yang terapung, siap dihidangkan dengan kuah dan ‘pelengkap’

2. Kuah tekwan
a. Kulit dan kepala udang serta tulang ikan dicuci bersih
b. Rebus selama kurang lebih 3 jam dengan api kecil sampai ke luar aromanya lalu
disaring
c. Bumbu (bawang merah, bawang putih, jahe, merica, penyedap rasa,
garam)dihaluskan dan ditumis sampai harum lalu masukkan ke dalam air kaldu yang
mendidih.
d. Masukkan irisan daun bawang dan bawang goreng ke dalam air kaldu yang telah siap
e. Air kaldu/kuah yang sudah siap hidang ini dapat dibuat sesuai keperluan

3. Pelengkap tekwan
a. Jamur kuping direndam di air hingga lunak lalu dipotong-potong
b. Sedap malam (dibuang benang sarinya agar tak pahit) lalu diikat dan direndam di
air
c. Bengkoang dipotong panjang-panjang berbentuk balok
d. Soun cina direndam lalu digunting berukuran pendek-pendek

C. Untuk menghidangkan
1. Jamur kuping, sedap malam dan bengkoang dimasukkan ke dalam air kuah tekwan yang mendidih lalu diamkan beberapa menit
2. Masukkan ke dalam mangkok berturut-turut: soun, tekwan, kuah tekwan, daun
bawang dan taburi dengan bawang goreng diatasnya
3. Bagi yang senang pedas silakan tambahkan sambal botol atau sambal cabe rawit
4. Sebagai garnis boleh juga ditambahkan irisan wortel berbentuk bunga (atau berbentuk orang utan ha ha ha .... bodor ah alias just joke/canda …… atawa heureuy ketang).
5. Insya Allah nickckmaaaaaat pisan euy! Apalagi disantapnya panas-panas and gratis lagi.

Palangka Raya, ba’da dzhuhur akhir Ramadhan 1429 H.

24 September 2008

Prof. Arief Rachman calon Mendiknas 2009-2014?


Bismillaah, dengan niat turut mendukung kesuksesan pendidikan Indonesia, walau pasti ada pro dan kontra, saya menyodorkan wacana sebagaimana judul tulisan di atas.

Selain Prof. Bambang Sudibyo yang sekarang masih menjabat Mendiknas dengan segala kesuksesan beliau dalam mengelola pendidikan, figur Prof. Arief Rachman sangat layak untuk menduduki posisi amat strategis dan "challenging" tersebut.

Mengapa? Ada beberapa alasan untuk mengusung tokoh pendidikan Indonesia kelahiran Malang, 19 Juni 1942 ini:

1. Pernah menjadi guru dan Kepala Sekolah setingkat SMA sehingga aroma suasana dan denyut sehari-hari pendidikan dasar dan menengah telah beliau rasakan dengan segala pernak-perniknya. Kita tahu beliau amat sukses memimpin SMA Lab School, sekaligus juga dalam mengkader penggantinya sebagai salah satu ciri keberhasilan seorang pemimpin . Ini sangat penting sebagai 'best experiences' dalam pengambilan kebijakan secara nasional.

2. Berwawasan internasional apalagi beliau hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Pada tataran global, Indonesia harus tegak berdiri, penuh self confidence. Secara pasti Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pinjaman dari luar negeri termasuk loan untuk pendidikan tanpa berarti mengurangi sedikitpun makna 'learning to live together'. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia harus menjadi contoh bagi masyarakat dunia dalam segala hal.

3. Pernah bolak-balik masuk tahanan pada masa lalu demi yang namanya perjuangan atas nama kebenaran. Lho, apa relevansinya? Ini menjadi bukti karakter /integritas dan keberanian beliau dalam berkiprah. Slogan "mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi" tentu no problem bagi beliau.

4. Faham kondisi dan kendala perguruan tinggi karena memang beliau seorang guru besar di UNJ. Perguruan tinggi yang mandiri dan berkelas dunia, cukup dana untuk riset tetapi membantu kelas menengah-bawah untuk bisa kuliah adalah diantara tantangan masa depan.

5. Amat senang mandalami hal-hal yang religius. Dengan begitu, Tuhan adalah orientasi terutama beliau dan kejujuran adalah suatu keniscayaan. Kita tahu kejujuran boleh jadi merupakan barang mahal dan amat langka di republik terkasih ini. Apalagi dengan gelontoran anggaran pendidikan yang 20% pada APBN mulai tahun depan. Kita sangat perlu seorang figur yang berani dan jujur untuk meminimalisir kebocoran/penyimpangan penggunaan dana yang melimpah tersebut.

6. Menghargai keberagaman. "Siswa itu perlu menjadi muslim yang baik, katolik yang baik .......". Sepotong kalimat ini pernah beliau ucapkan suatu ketika sebagai gambaran pandangan beliau terhadap pluralitas. Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika, bagaimanapun, menyimpan potensi untuk konflik tetapi jika dikelola secara arif maka akan berbuah sinergi dan kolaborasi yang cantik. Dan itu mesti dimulai dari dunia pendidikan.

Sebagai insan, beliau pasti memiliki kekurangan. Tentu ini nanti menjadi tugas staf beliau untuk bahu membahu membantu dalam bekerja. Jikalau Pak Arief tak bersedia dicalonkan atau berhalangan? Ya, kriteria di atas bisa menjadi referensi untuk mencari figur yang lain agar belantara pendidikan Indonesia makin sukses .....

Bila Anda berminat lebih jauh membaca sedikit perjalanan hidup Pak Arief, silakan klik di sini.